Inilah Bagian Penting Rangkaian Audio Amplifier

Amplifier merupakan perangkat elektronika yang berfungsi untuk mengatur dan menguatkan signal audio, sehingga suara yang awalnya kecil atau pelan menjadi lebih keras karena adanya perangkat ini. Pada amplifier terdapat rangkaian penting yang tidak bisa kita tinggalkan, diantaranya adalah Pencatu daya, Pengatur Nada, dan Penguat Audio. Ketiga rangkaian tersebut menjadi sangat penting dalam membuat sebuah power amplifier.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya tentang cara merakit amplifier 200 watt. Nah pada kesempatan kali ini yang kita bahas adalah mengenai bagian penting rangkaian audio amplifier tersebut. Untuk itu berikut adalah ulasan masputz.com:
Cara Mudah Merakit Power Amplifier 200 Watt Stereo
Bagian power amplifier
1. Rangkaian Pencatu daya (Power Supply)
Power supply merupakan rangkaian penting yang harus ada pada setiap rangkaian elektronika. Karena rangkaian inilah yang memberikan tegangan pada masing-masing rangkaian yang membutuhkan tegangan. Begitu juga dengan audio amplifier, Setiap ada komponen aktif didalamnya tentu membutuhkan catu daya. Jadi jika ada komponen aktif dalam sebuah rangkaian dalam amplifier pasti membutuhkan catu daya. Misalnya pada tone control aktif, pada power, pre amp atau rangkaian
pendukung lainnya. Pada Amplifier jenis OCL, rangkaian power supply menggunakan tengan simetris yaitu terdiri dari - (min), + lus) dan 0 (Ground). 

2. Pre Amp
Merupakan penguatan pertama dalam sebuah audio amplifier. Dengan adanya rangkaian ini signal audio dari microphone, radio, tape, DVD dan sebagainya bisa di kuatkan dan diseimbangkan. Pre-amp yang bagus mampu mengadaptasi signal audio menjadi sama kuat sebelum diumpankan ke rangkaian power amplifier. Jika rangkaian ini tidak ada, maka suara yang dihasilkan akan sangat kecil, meskipun power yang dipakai sangat besar.

3. Pengatur Nada (Tone Control)
Rangkaian ini berfungsi untuk mengatur frekwensi nada dari input audio, seperti mengatur nada rendah (bass), Menengah (Middle), Tinggi (High). Untuk pengatur nada sendiri banyak sekali jenisnya, misalnya equalizer, DLMS, Tone control, Mixer, Parametrix dan sebagainya, Namun secara umum pengatur nada (Tone Control) ada dua jenis yaitu; tone control aktif dan pasif. Perbedaan yang mendasar dari keduanya adalah adanya komponen aktif pada jenis tone control aktif , sedangkan pada tone control pasif tidak ada. Oleh sebab itu pada Tone aktif membutuhkan catu daya saat bekerja karena signal audio yang sudah diatur biasanya dikuatkan kembali dengan rangkaian OP-Amp. Agar signal audio lebih kuat saat dimasukkan ke rangkaian power.

4. Power Amplifier
Merupakan rangkaian penguatan akhir pada rangkaian audio amplifier. Kekuatan daya atau power rating dalam power amplifier dinyatakan dalam satuan watt, Biasanya power amplifier menerima signal langsung dari tone control. Signal tersebut diorganisasikan dari komponen sumber terlebih dahulu di-Boost sebelum masuk ke Speaker Pada power amplifier biasanya terdiri dari penguat awal  (driver) dan penguat akhir (final),  Jenis dari power amplifier juga bermacam-macam jika dilihat dari kelasnya ada kelas A, B dan C sedangkan jika dilihat dari segi penguatannya ada dua yaitu Penguat tunggal dan penguat balance.
Bagian power amplifier

Semoga sedikit artikel ini bisa bermanfaat buat Anda. Lihat juga mengenai cara membuat amplifier

Berlangganan update terbaru secara gratis:

0 Komentar Untuk "Inilah Bagian Penting Rangkaian Audio Amplifier"

Post a Comment

Komentar yang Anda kirim akan terlihat setelah admin menyetujuinya dan Mohon maaf link aktif dan kata berbau syara' tidak akan dipublikasikan. Terimakasih atas kerjasamanya.