Pengertian dan Perbedaan Arus Listrik AC dan DC

Banyak orang awam yang masih beranggapan bahwa arus listrik AC maupun DC itu sama-sama memiliki kutub - (negatif) dan + (Positif). Suatu contoh misalnya ketika hendak memperbaiki instalasi listrik rumah 1 fasa jalur kabel yang dites dengan tespen bisa menyala itu adalah kutub positif sedangkan lainnya adalah negatif atau ground. Padahal arus listrik rumahan yang biasa kita gunakan adalah jenis arus bolak balik (AC). Jadi yang ada adalah jalur fasa (Phase), normal dan ground (arde). Kemudian ada juga yang pernah mengatakan kalau arus DC itu yang tidak nyetrum sedangkan arus AC yang bisa nyetrum. Padahal yang namanya arus listrik kalau dipegang sudah pasti nyetrum meskipun tidak sampai berbahaya. Itulah mengapa pada kesempatan kali ini masputz.com akan share mengenai pengertian arus listrik AC dan DC agar nantinya tidak ada kesalah pahaman mengenai arus listrik.

Pengertian Arus Searah atau DC (Direct Current)

Arus DC (Direct Current) adalah arus listrik yang mengalir secara konstan atau tetap, yang setiap terminal memiliki polaritas sama. Arus DC mengalir dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi menuju ke titik lain yang energi potensialnya lebih rendah.

Arus Searah biasanya banyak digunakan pada rangkaian elektronika dengan tegangan rendah. Contoh sumber arus DC adalah Solar Cell (pembangkit listrik tenaga surya), Baterai, Accu (aki) dan sebagainya.
Pengertian dan Perbedaan Arus Listrik AC dan DC

Pengertian Arus Bolak balik AC (Alternating Current)

Arus listrik AC (Alternating Current) adalah listrik yang arusnya selalu berubah-ubah dan bolak-balik baik dari segi arah besarnya. Arus listrik AC akan membentuk suatu gelombang yang dinamakan sinusoida. Di Indonesia menerapkan listrik bolak-balik dengan frekuensi 50Hz. Tegangan standar yang diterapkan di Indonesia adalah 220 Volt untuk Listrik 1 Fasa.

Sumber Arus bolak balik (AC) contohnya adalah Generator AC baik dengan PLTA, PLTU, PLTD dan sebagainya. 

Penggunaan Arus AC dan DC

Arus DC biasanya banyak dipakai pada rangkaian elektronika seperti mencatu daya jam dinding, speaker aktif, Handphone, Komputer dan sebagainya, sedangkan arus AC banyak digunakan untuk mensupplay semua kebutuhan listrik dirumah, namun yang murni menggunakan arus AC seperti kipas angin, blender, pompa air, setrika, solder dan sebagainya yang jelas menggunakan motor listrik maupun elemen pemanas dan lainnya.

Lalu apakah komputer atau TV memakai arus DC saja?

Perlu kita tahu pada TV maupun PC sebenarnya arus yang masuk melalui kabel steker adalah arus AC kemudian dirubah menjadi arus DC. Selain dirubah menjadi arus searah, juga diturunkan dengan menggunakan trafo step down maupun dengan rangkaian regulator AC matic. Itulah mengapa penggunaan baterai bisa diganti dengan adaptor atau power supply DC. Sehingga arus AC yang 220 Volt bisa menjadi 12Volt DC atau yang lainnya. Lihat contoh rangkaian power supply sederhana.

Lalu apakah arus DC juga bisa dirubah menjadi arus AC?

Tentu saja bisa, dengan membuat rangkaian inverter maka kita bisa merubah arus DC menjadi arus AC sekaligus menaikkannya. Kalau kita kenal yang namanya UPS maka didalamnya ada rangkaian penyearah arus , step up, step down dan juga inverter. 

Jadi arus AC bisa dirubah menjadi arus DC dan begitu juga sebaliknya, Untuk mengubah arus AC menjadi DC kita bisa menggunakan rangkaian power suply / adaptor sedangkan untuk arus DC menjadi AC kita bisa menggunakan inverter. Lihat mengenai rangkaian inverter 50 Watt sederhana

Apakah arus AC nyetrum sedangkan DC tidak? 
Kebanyakan orang akan beranggapan bahwa arus bolak baliklah yang nyetrum sedangkan arus DC tidak. Hal ini karena arus DC yang biasa orang pegang adalah arus dari baterai / adaptor yang cuma 1,5 - 30VDC coba kalau sampai ratusan bahkan ribuan volt, maka bahaya kesetrum akan lebih kuat dibanding dengan arus AC. Contoh kecil saja sebuah elco pada regulator 250V yang sudah tidak dialiri arus, tentu masih ada sebagaian arus yang masih tersimpan didalamnya. Selanjutnya coba dipegang maka anda akan merasakan kejutan listrik yang hebat meski hanya sebentar. 

Pada arus AC bisa nyetrum karena jalur fasa terpegang oleh kita sementara kita menyentuh ground/arde/normal. Maka arus AC akan mengaliri tubuh kita. Makanya kita bisa kesetrum, coba kalau kita hanya pegang jalur fasanya saja kemudian bagian tubuh kita lainnya tidak menyentuh arde (tanah/dinding) atau ground. Maka kita tidak akan kesetrum. Tapi jangan dipraktekkan ya hehe. Semoga sedikit artikel ini bermanfaat buat anda. 

Berlangganan update terbaru secara gratis:

8 Komentar Untuk "Pengertian dan Perbedaan Arus Listrik AC dan DC"

  1. Sip mas,saya mau belajar tlg di bantu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih bljr mas.. Sama-sama saja ya

      Delete
  2. Buat yg masih awam langkah awal yg bener gimna ya bang...tolong dibantu bang

    ReplyDelete
  3. Langkah awal sebaiknya berguru pada yg ahli gan hehe

    ReplyDelete
  4. Gan mau tanya aku kan punya alat katrol yang biasa di pakai buat narik mobil dia tegangan 12v 5,5hp apakah bisa saya ganti dengan adaptor tegangan masukannya?mohon pebcerahannya gan makasih

    ReplyDelete
  5. Wah saya blm pernah gan jdi mohon maaf blm bisa mmbntu

    ReplyDelete
  6. Numpang tnya gan, ane mau pasang power amp di mobil, di buku petunjuk terminal +12v dihubungkan ke positif batre & satu lagi dihubungkan ke ground (body). Apakah bisa klo terminal ground diganti jadi terminal -12v batre?. Kira² apakah ada efek yg ditimbulkan gan?.
    Trims atas perhatiannya.

    ReplyDelete
  7. Bisa gan memang itu jalurnya jadi - dari baterai aki terhubung ke body setahu saya

    ReplyDelete

Komentar yang Anda kirim akan terlihat setelah admin menyetujuinya dan Mohon maaf link aktif dan kata berbau syara' tidak akan dipublikasikan. Terimakasih atas kerjasamanya.